RHEUMATOID ARTHRITIS
Pendahuluan
Artritis rheumatoid adalah gangguan autoimun sistemik, ditandai dengan adanya artritis erosive pada sendi synovial yang simetris dan kronis yang menyebabkan gangguan fungsi yang berat serta kecacatan. Rheumatoid arthritis (RA) atau sering disebut rematik adalah penyakit inflamasi sistemik kronis, inflamasi sistemik yang dapat mempengaruhi banyak jaringan dan organ, tetapi terutama menyerang fleksibel (synovial) sendi, dan dapat menyerang usia tua (35-50 tahun) yang rentan terkena penyakit rematik. Kelainan ini juga dihubungkan dengan adanya manifestasi ekstraartikular dan autoantibodi terhadap immunoglobulin dalam sirkulasi, dikenal sebagai factor rheumatoid (rheumatoid factor [RF]).
Penyakit ini memiliki kecenderungan merusak tulang rawan,
menyebabkan erosi tulang, dan menimbulkan kerusakan sendi. Tangan, pergelangan
tangan dan kaki sering terkena. Timbul nyeri yang diperburuk oleh gerakan,
diserati pembengkakan dan nyeri tekan. Selain gejala sinovitis, sebagian pasien
memperlihatkan rasa lelah, anoreksia, lemah otot, penurunan berat badan, dan
gejala-gejala tulang otot yang samar. Kelainan diluar sendi adalah nodus rheumatoid,
vaskulitis, dan gejala pleuropulmoner.
Patofisiologi
Pada patofisiologi rheumatoid arthritis, terjadi migrasi sel
inflamasi yang dipicu oleh aktivasi endotel pada pembuluh darah mikro sinovial
yang meningkatkan ekspresi molekul adhesi (termasuk integrin, selektif, dan
anggota superfamili imunoglobulin) dan kemokin serta menimbulkan proliferasi
leukosit pada kompartemen sinovial. Keadaan ini sebagian besar melibatkan
sistem imun adaptif dan dimediasi oleh sel T-helper tipe 1 (Th-1). Terjadi
aktivasi makrofag oleh sitokin Th-1, seperti interferon-g (IFN-g), interleukin
12 (IL-12), dan IL-18, yang menyebabkan aktivasi sel T oleh antigen
presenting cells. Makrofag juga dapat diaktivasi melalui kontak
langsung dengan sel T, kompleks imun, atau produk bakterial di cairan sinovial.
Aktivasi makrofag ini melepaskan beberapa sitokin dan mediator inflamasi
seperti interleukin, faktor nekrosis tumor (TNF), transforming growth
factor-β (TGF-β), fibroblast growth factor (FGF), platelet-derived
growth factor (PDGF), dan interferon (IFN-α dan IFN-β).
Pengobatan Rheumatoid Arthritis
Pemberian terapi artritis reumatoid dilakukan untuk mengurangi nyeri
sendi dan bengkak, meringankan kekakuan serta mencegah kerusakan sendi.
Pengobatan artritis reumatoid yang dilakukan hanya akan mengurangi dampak
penyakit, tidak dapat memulihkan sepenuhnya. Rencana pengobatan sering
mencangkup kombinasi dari istirahat, aktivitas fisik, perlindungan sendi,
penggunaan panas atau dingin untuk mengurangi rasa sakit dan terapi fisik atau
pekerjaan.
Pasien dengan diagnosis artritis reumatoid memulai pengobatan dengan
DMARDs (Disease Modifying Anti-Rheumatic
Drug) seperti metotreksat, sulfasalazin dan leflunomid. Obat ini tidak
hanya meringankan gejala tetapi juga memperlambat kemajuan penyakit. Seringkali
dokter meresepkan DMARDs bersama dengan obat anti-inflamasi atau NSAID dan/atau
kortikosteroid dosis rendah, untuk mengurangi pembengkakan, nyeri dan demam.
Salah satu obat rheumatoid artritis yang akan di jelaskan ialah :
Metotreksat
Metotreksat yang juga dikenal sebagai amethopterin (MTX) merupakan
obat golongan antimetabolit, secara spesifik merupakan antifolat. Metotreksat
dulunya merupakan obat antikanker namun belakangan ini ditemukan potensi dari
metotreksat untuk menghambat peradangan (inflamasi) secara spesifik karena
kerja obat ini yang spesifik dalam menghambat terjadinya inflamasi, maka obat
ini dijadikan sebagai alternatif obat dalam pengobatan artritis rheumatoid.
Farmakodinamik
Farmakodinamik methotrexate adalah menghambat enzim dihidrofolat
reductase, dimana enzim ini berfungsi untuk merubah asam dihidrofolat menjadi
tetrahidrofolat yang digunakan sebagai pembawa gugus satu karbon sintesis
nukleotida purin dan timidilat pada proses sintesis, perbaikan, dan replikasi
sel DNA. Saat proliferasi sel keganasan dalam jaringan lebih besar daripada di
jaringan normal, methotrexate dapat mengganggu pertumbuhan sel ganas tersebut
tanpa menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan normal.
Farmakokinetik
Sebanyak 35-50% obat diikat oleh albumin di sirkulasi. Kadar maksimal dalam darah tercapai 1-2 jam setelah pemberian. Waktu paruh MTX 6-7 jam, akan tetapi metabolit aktif utama derivat poliglutamat mengalami waktu paruh yang lebih panjang. Oksidasi hepatal membentuk 7-hydroxylmethotrexate, suatu metabolit minor. Total 50-90% obat diekskresikan melalui urin setelah 24 jam, dengan persentase yang rendah dalam sirkulasi entero-hepatik.
DAFTAR PUSTAKA
Arthritis Foundation. (2008). Research update. Diakses dari http://www.arthritis.org/media/research/ResearchUpdate_NOVDEC.pdf tanggal 10 Desember 2020.
Davey, P. 2003. Medicine At a Glance, Erlangga, Jakarta.
Leveno, K.J., F.G. Cunningham., N.F. Gant., J.M. Alexander., S.L. Bloom., B.M. Casey., J.S. Dashe., J.S. Sheffield dan N.P. Yost. 2003. Obstetri Williams : Panduan Ringkas Ed 21, EGC, Jakarta.
Pertanyaan
1. Berdasarkan pada artikel yang saya baca, bahwa pengobatan yang terbaru dan paling efektif untuk rheumatoid arthritis adalah agen-agen biologi. Mengapa digunakan terapi secara biologi dan bagaimana penatalaksanaan nya?
2. Apa yang akan terjadi pada mekanisme MTX dosis rendah yang dimediasi oleh jalur yang terpisah dari jalur antagonis folat?
3. Mengapa sering diresepkan obat golongan DMARDs bersamaan dengan obat anti-inflamasi atau NSAID dan/atau kortikosteroid dosis rendah?
Terimakasih
Semoga dapat membantu
Fighting chingu-deul!! ^_^


wahhh terimakasihh banyakkkk ^^ silahkan kunjungi blog yang lain kakak hehe^^
BalasHapusNtaps
BalasHapushehee maaciwww kakak hehe^^, semoga tulisan saya bermanfaat yauuuu ^^
HapusPenyampaiannya simple dan mudah di mengerti
BalasHapusalhamdulillahh terimakasih banyakkk kakakk^^ jika ada yg tida mengerti mohon ditanyaa hehe
HapusSangat bermanfaat sekali, terima kasih.
BalasHapusTerimakasih kembali kakakkk ^_^, sering2 kunjungi blog saya kedepannya yaaa hehe
HapusArtikel nya sangat menarik. Terimakasih sudah menyampaikan info yang bermanfaat ini
BalasHapusalhamdulillah terimakasih kembali abg^^, semoga tulisan saya dapat bermanfaat terus untuk kedepannya hehe
HapusBermanfaat sekali
BalasHapusterimakasih banyakkk ^_^ jika ada yg blm dimengerti bole tanya2 ehe:D
HapusIlmu yang sangat bermanfaat dan mudah dipahami, tetap semangatt...
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih banyakk jika tulisan saya dpt bermanfaat^_^, semangatt jugaa buat kamuuu :))
HapusWah ini yang saya cari akhirnya ketemu , terima kasih ya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih kembaliii ^^ semoga dapat membantu untuk kedepannya :D
HapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih kembaliii ^^ sering2 mampir yaaaa :D
Hapus