Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

HEMATOLOGI (I)

Gambar
 Pembekuan Darah dan Antikoagulansia Pembekuan darah Saat terjadi luka atau cedera, pembuluh darah dapat rusak dan terjadilah perdarahan. Untuk menghentikan perdarahan tersebut, tubuh kita akan mengaktifkan serangkaian proses pembekuan darah dan penyembuhan luka. Mekanisme tubuh untuk menghentikan perdarahan dinamakan hemostasis. Terdapat beberapa fase penting pada mekanisme ini, di antaranya fase pembentukan sumbatan oleh platelet (keping darah) dan fase pembekuan darah. Proses pembekuan darah atau koagulasi adalah proses kompleks, di mana darah membentuk gumpalan (bekuan darah) guna menutup dan memulihkan luka, serta menghentikan pendarahan .  Pembekuan darah merupakan kemampuan darah untuk merubah dari bentuk cairan menjadi massa semi solid. Pembekuan ini melibatkan  perubahan fibrinogen, makrofag yang dapat larut yang terdiri dari rantai-rantai polipeptida, menjadi monomer fibrin dengan kerja trombin enzim proteolitik. Homeostatis, berhentinya perdarahan atau berlangs...

ANTIHISTAMIN (II)

Gambar
Turunan Propilamin dan Fenot iazin DEFINISI Antihistamin merupakan zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamine terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor histamine (penghambatan saingan). Terdapat 2 reseptor histamine, yaitu reseptor-H1 dan reseptor-H2. Perangsangan pada reseptor histamine akan berefek pada kontraksi otot polos pada bronkus,usus, dan rahim; vasodilatasi vascular; stimulasi ujung saraf yang menyebabkan eritema dan gatal; serta hipersekresi asam lambung. Efek antihistamin bukan suatu reaksi antigen-antibodi karena tidak dapat menetralkan atau mengubah efek histamine yang sudah terjadi. Pada umumnya, antihistamin ini tidak dapat mencegah produksi histamine, dikarenakan antihistamin bekerja dengan menghambat interaksi histamine dengan reseptor spesifik. PENGGOLONGAN ANTIHISTAMIN Berdasarkan hambatan pada reseptor spesifik, antihistamin dibagi menjadi 3 golongan yaitu : Antagonis H1 terutama digunakan untuk pengobatan gejala-gejala akibat reaksi al...

ANTIHISTAMIN (I)

Gambar
  Turunan Etilendiamin dan Kolamin HISTAMIN       Histamine merupakan mediator utama pada reaksi tipe I fase cepat, memiliki peran sentral dalam respon imunologis dan inflamasi. Aksi histidine dekarboksilase pada histidine akan menghasilkan histamine. Sel-sel yang mempunyai histamine dalam jumlah besar yaitu sel gaster, trombosit, mast, dan basophil. Pada sel mast dan basophil, histamine disimpan pada lisosom dan dilepaskan melalui degranulasi setelah perangsangan cukup. Pengaruhnya cukup cepat selama 1 menit, dan inaktiv histamine oleh histaminase juga cepat (Syarifuddin, 2019).       Histamin dapat menyebabkan kontraksi otot polos bronkus yang menyebabkan bronkokontriksi, dilatasi venula kecil, dan kontriksi akibat kontraksi otot polos dalam system vascular besar. Lalu histamine akan meninggikan permeabilitas kapiler dan venuka pasca kapiler. Perubahan vascular ini menyebabkan respon wheal-flare (Triple respons dari Lewis) ...